Beranda » Dakwah Salafi » Pilihan Allah اَللّهُ سبحانه وتعالى adalah yang terbaik

Pilihan Allah اَللّهُ سبحانه وتعالى adalah yang terbaik

Pilihan Allah اَللّهُ سبحانه وتعالى adalah yang terbaik

إِنَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Yaa akhi/ukhti tidak kita sadari ketika sesuatu yang diinginkan ternyata untuk waktu kedepannya tidaklah bagus untuk kita. Sebagaimana cerita yang akan disampaikan, mudah-mudah kita dapat membuka pemahaman kita, walaupun ini adalah sebuah cerita yang pada akhirnya mendapatkan kenikmatan yang begitu menghayati.

Disuatu negeri Ada seorang raja dan perdana menteri yang selalu mengatakan “ini pilihan terbaik bagi Allah”. Pada saat itu di bagian negeri tertimpa musibah. Lalu sang raja mengutus perdana menterinya untuk mengunjung’i penduduk tersebut. Setelah sampai disana perdana menteri mengatakan kepada penduduk setempat “ini pilihan terbaik bagi Allah”.

Suasana dilingkungan kerajaan, saat Raja melakukan sesuatu Allah memilih yang terbaik, jari sang raja terpotong. Terdengarnya oleh perdana menteri maka dia kembali kekerajaan dan menemui sang raja tersebut. Setelah perdana menteri itu menemui raja maka berkata “ini pilihan terbaik bagi Allah, lalu raja tersebut marah kepada perdana menteri “kenapa bisa, jari putus itu adalah pilihan terbaik bagi Allah” pada akhirnya perdana menteri di jebloskan ke penjara. Lalu perdana menteri berkata “ini pilihan terbaik bagi Allah”.

Suatu ketika sang raja dan beberapa prajurit melakukan perjalanan dalam rangka berburu di hutan tanpa disadari rombongan pergi terlalu jauh dari kerajaan. Di tengah perjalanan rombongan tersebut di tangkap dan di tawan oleh sekelompok orang yang masih menganut penyembah dewa. Tiba saatnya upacara persembahan kepada dewa yang korbanya adalah raja dan prajuritnya dijadikan persembahan untuk dewa. Satu-persatu prajuritnya dipenggal, tiba saat si raja untuk dijadikan tumbal, akhirnya si raja tidak dijadikan sebagai tumbal karena ada kecacatan dalam tubuhnya yaitu jarinya yang putus. Bahwa penyembahan dewa tersebut haruslah bagus tanpa cacat. Akhirnya raja dibebaskan.

Diperjalanan pulang raja tersadar apa yang pernah diucapkan oleh perdana menteri itu. Tiba di kerajaan perdana menteri dibebaskan oleh raja dan meminta maaf kepada perdana menteri. Dalam benak raja ada inisiatif bertanya kepada perdana menteri dan berkata “mengapa saat kamu dipenjarakan kamu mengatakan ini pilihan terbaik bagi Allah”. Lalu perdana menteri menjawab “seandainya aku tidak dipenjara lalu ikut berburu dengan raja maka aku sudah mati dalam persembahan berhala oleh sekelompok orang”

Coba kita pahami dengan sebaik-baiknya dari cerita di atas, di mana kenikmatan yang diraih dari pilihan terbaik bagi Allah. Lalu hubungkan ayat Al Qur’an, yaitu:

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Ini adalah karangan dengan argumentasi tersendiri yang maknanya perkataan diambil dari seorang ustadz.

Sumber: cerita pendek Ust. Firanda Andirja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s